.
.
.
.
.
Hari ini terlihat biasa saja bagi Reina. Ya... seperti biasanya. Ia menghabiskan waktu istirahatnya di kantin. Entah ada apa di kantin, tetapi setiap hari tujuan pertamanya ketika istirahat adalah kantin.
Sambil melihat kearah lapangan, ia memakan rotinya perlahan. Pemandangan seperti biasa, suasana seperti biasa, rasanya seperti biasa, dan mungkin kehidupan yang biasa. Raut mukanya pun seperti biasa. Datar tanpa ekspresi sama sekali.
Dia melihat murid murid bermain sepakbola di lapangan. Diantara semua murid yang berada di lapangan, hanya satu orang yang menarik perhatian Reina. Ia sekalipun tak tampak sedih, murung, marah, atau lainnya. Ia hanya tersenyum. Kebahagiaan tampak terpancar dari wajahnya. Matanya yang hijau tampak berkilau. Wajahnya yang putih bersih terlihat bahagia. Senyuman selalu terlihat di wajahnya. Dan Reina, memandanginya dengan ekspresi datar meski jantungnya berdegup kencang. Dia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan.
Di sisi lain, anak yang dilihat Reina, bernama Hiroto. Sesuai yang digambarkan Reina, Hiroto memang terlihat senang. Dia sangat menikmati sepakbola. Dari lapangan, ia sadar bahwa ada sepasang mata yang melihatnya dari kantin. Dan dia menemukannya. Beberapa saat ia saling bertatapan dengan Reina.
Reina melihat Hiroto dengan datarnya, sedang Hiroto melihat Reina dengan senyumnya. Merasa tidak enak, Reina mengalihkan perhatiannya.
Dan dari saat itu, cerita ini berawal.
(Reina's POV)
Hidupnya berbeda dariku. Siapa dia? Bagaimana bisa dia melakukan semua hal dengan senyum? Itu hal mustahil bagiku. Sangat mustahil.
Tunggu.... Dia barusan lewat di sebelahku. Dan... Aku mendengar sesuatu. "Senyum?"
Aku menengok kebelakang. Dia tersenyum padaku.
"Tunggu!"
Aku mengejarnya. Jarang sekali aku seperti ini.
"Ada apa?"
Aku terdiam. Aku tak tahu harus berkata apa. Rasanya tadi mulutku bergerak sendiri.
"Kamu... yang tadi kan?"
Ia mengangguk. "Ya."
Setelah itu, kuketahui kalau namanya Hiroto. Pertanyaan terakhirnya masih terus ku ingat. "Kemana hilangnya senyumanmu?"
Aku sendiri tidak menjawab pertanyaannya. Aku tidak tahu jawabannya. Seandainya pertanyaan itu ada pilihannya, mungkin itu sudah kujawab. Aku bahkan tidak tahu sejak kapan ekspresiku jadi datar begini. Senyum telah menghilang dari hidupku.
(Hiroto's POV)
Datar sekali. Benar benar tanpa ekspresi. Hidup tanpa senyum?
Seandainya ada sedikit saja senyum di wajahnya... Mungkin aku harus membantunya menemukan kembali senyumnya yang hilang.
(Normal POV)
Hari itu, Reina sedang duduk di perpustakaan setelah mengambil beberapa buku. Ia memilih sebuah kursi di dekat jendela. Terkadang ia melihat keluar jendela, melihat hujan yang turun dengan derasnya. Suasana perpustakaan yang sedikit remang ditambah hujan deras membuat Reina melihat ke sekitarnya. Tampangnya yang datar membuat orang orang tidak mengira bahwa Reina ini cukup penakut. Saat itu perpustakaan sepi karena sebenarnya ini sudah jam pelajaran, tetapi Reina pergi dari kelas dengan izin sakit.
Ketika ia menoleh, seseorang berdiri di balik rak buku yang membuat Reina merinding. "Siapa?"
"Siapa yang kau tanya?"
Suara itu Reina kenal.
"Kenapa kau disini?"
"Penting buatmu?"
"....."
Dan orang itu menampakkan wujudnya.
"Hiroto."
Hiroto tersenyum dan mengambil sebuah buku. Ia duduk disebelah Reina.
"Kau juga kabur?"
"Menurutmu?"
"?"
"Itu tidak penting. Kamu suka membaca?"
Reina mengangguk. "Ya... Kamu juga?"
"Tidak juga. Tapi... Aku suka membaca ketika senggang. Jadi?"
"Apa?"
"Kau sudah menemukan jawabannya?"
Reina menutup buku yang dia baca kemudian menengok kearah jendela. "Entahlah..."
Hujan mulai reda beberapa menit kemudian.
"Reina...."
"Ya?"
"Kamu pernah... kehilangan... bukan?"
Reina tersentak. Hiroto mengatakan itu sedang matanya masih terarah ke buku yang dibacanya.
"Ti-tidak..."
"Jangan bohong. Aku bisa melihat itu dari matamu."
Reina diam sejenak. "Ya.... Benar. Bagaimana kau bisa tahu?"
Hiroto mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap Reina.
"Aku juga pernah kehilangan, sepertimu. Aku tahu, kamu kehilangan orang tuamu."
"Ya... Kau benar."
"Dulu orang tuaku meninggal ketika aku masih kecil. Kematian orang tuaku membuatku sangat terpuruk. Dan sepertimu, aku pernah tidak memiliki ekspresi."
"Lalu?"
"Aku memiliki seorang kakak angkat. Dia yang mengasuhku sejak orang tuaku meninggal. Dia selalu menanggapiku dengan sabar meski aku selalu mengabaikan dirinya. Dan setelah bertahun- tahun, apa yang terjadi? Senyumanku kembali. Kau tahu kenapa?"
Reina masih menatap Hiroto dengan wajah datarnya. "Kenapa?"
"Cinta."
Reina menatap Hiroto bingung. "Apa maksudmu?"
"Cinta memberi kita kehangatan. Dan kehangatan itu... akan membuatmu mencairkan dinginnya dirimu, dan mengembalikan senyummu. Kau tahu? Karena cinta kakak padaku, aku bisa selalu tersenyum sekarang."
Reina terdiam. Kata- kata Hiroto tadi membuatnya berpikir.
"Cinta?"
Hiroto mengangguk. "Kau hanya membutuhkan cinta, Reina."
"Tapi....dimana aku bisa mendapatkannya? Siapa orang yang bisa memberikanku cinta? Dimana aku harus menemukan orang itu?"
Hiroto tersenyum. "Kau tidak perlu mencarinya, Reina. Orang itu akan datang kepadamu. Dan orang itu telah menemukanmu."
"Eh?"
"Aku telah menemukanmu, Reina. Aku menemukanmu. Aku siap memberikanmu cinta yang tulus, yang bisa membuatmu menemukan senyumanmu. Mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk menemukannya. Tapi kamu sudah memiliki aku. Aku bisa membantumu menemukan senyumanmu."
"Hiroto...."
"Aku mau melihatmu tersenyum. Aku yakin semua orang juga mau melihatmu tersenyum. Kau siap untuk tersenyum?"
"Entahlah.... Ya..."
"Reina."
"Iya?"
"Kau sudah tersenyum."
Raut wajah Reina berubah. Senyum bahagia terlihat di wajahnya.
8 bulan kemudian.
"Kau tahu? Kau lebih cantik ketika tersenyum," kata Hiroto.
Semburat merah tampak di pipi Reina.
"Kau memuji."
"Tidak, aku sungguhan. Kau yang dulu dan sekarang benar benar berbeda. Cinta benar benar membuatmu menemukan senyummu."
Reina tersenyum. Matanya yang biru tampak berkilau memantulkan sinar bulan malam itu.
==================================
Pendek banget ya? Kadang Author juga bertanya- tanya kemana hilangnya Reina di InaIre GO. Padahal Author berharap dia muncul di InaGO sebagai pasangan Hiroto-nii lho :v sayangnya enggak terwujud :v ya udah deh, komentar nya ya minna...
No comments:
Post a Comment